• gambar
  • gambar
  • 3
  • 4
  • 5

Selamat Datang di Website SD IRADA FULL DAY EDUCATION. Sekolah Multi Talenta dan Berkarakter. Terima Kasih atas Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SD IRADA FULL DAY EDUCATION

NPSN : 20566063

Jl.Topaz VII No.31-32 Graha Bunder Asri Kebomas - Gresik


info@sdirada.sch.id

TLP : 031-9910 0596


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 74417
Pengunjung : 37134
Hari ini : 29
Hits hari ini : 49
Member Online : 10
IP : 3.236.212.116
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Metode Lebih Penting dari Kurikulum, Tapi Guru Jauh Lebih Penting dari Metode




 

Rendahnya kemampuan guru mengajar berdampak pada rendahnya kemampuan siswa menangkap pelajaran

Metode Lebih Penting dari Kurikulum, Tapi Guru Jauh Lebih Penting dari Metode
MUH. ABDUS SYAKUR/HIDAYATULLAH.COM
Dr Mohammad Abduhzen menyampaikan materi pada acara Refleksi Akhir Tahun 2014 IKAPI DKI Jakarta

Hidayatullah.com– Kepala Penelitian dan Pengembangan Persatuan Guru Republik Indonesia (Litbang PGRI), Dr Mohammad Abduhzen mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia. Selama ini, katanya, pendidikan diset untuk menghasilkan tenaga kerja.

Setting (pengaturan) awal pendidikan (sejak) seratus tahun lalu ya itu. Dalam rangka membentuk tenaga kerja. Ingin membuat tenaga pegawai sipil,” ujarnya saat mengisi acara Refleksi Akhir Tahun 2014 Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta di Wisma Antara, Jl Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Akibat sistem itu, katanya, Indonesia kalah bersaing dengan negara lain, seperti Malaysia dan Jepang. Ia membandingkan, pasca terpuruk pada tahun 1945, Jepang langsung bangkit. Salah satunya dengan membuat tim yang berkeliling dunia selama dua tahun, tugasnya mencari sistem pendidikan terbaik bagi negaranya.

Hasilnya, kata Abduhzen, tidak sampai 30 tahun kemudian, Jepang sudah setara dengan negara-negara Eropa.

“Jadi, pendidikan ini sangat penting, sangat menentukan suatu bangsa,” ujarnya.

Ia pun melontarkan sejumlah solusi untuk Indonesia. Misalnya dengan mencari sistem alternatif di luar pendidikan formal. Sebenarnya, menurut dia, sudah banyak gerakan sukarela masyarakat untuk mencerdaskan bangsa, tapi tidak didukung oleh pemerintah.

“Harus berpikir alternatif pemerintah tuh. Jangan hanya mengandalkan sekolah formal,” harapnya di depan ratusan peserta acara termasuk awak hidayatullah.com.

Problem Guru

Abduhzen memaparkan, masalah lain dalam pendidikan di Indonesia adalah kondisi para guru. Ia mengungkap data hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2012, dimana nilai rata-rata guru Indonesia dalam kemampuan menyampaikan materi pelajaran hanya 42.25.

“Jadi di bawah 50. (Hasil UKG) sekarang 47,6, tidak naik. Kalau murid kan (sudah) tidak naik (kelas) itu,” ujarnya agak bergurau.

Ia mengatakan, rendahnya kemampuan guru mengajar berdampak pada rendahnya kemampuan siswa menangkap pelajaran. Ia membeberkan hasil sebuah penelitian dan evaluasi pendidikan pada berbagai negara.

Di situ terungkap, ketika diberi soal yang bobotnya rendah atau mudah dijawab, seperti metode pilihan ganda, anak Indonesia pada posisi terbaik. Tapi, lanjutnya, ketika diberi soal yang memerlukan penalaran, seperti metode esai, anak Indonesia jeblok.

“Jadi memang persoalan anak-anak kita (dalam hal) penalaran. Jadi bukan kurikulum sebenarnya yang (mesti) dipersoalkan, tapi cara guru mengajar. Kurikulum (2013) ini tidak penting direvisi, tapi metodenya. Saya bilang ke Menteri (Pendidikan dan Kebudayaan), nggak usah pusing lah dengan kurikulum itu,” ujarnya.

Abduhzen lantas menceritakan tulisan inspiratif yang pernah dilihatnya di sebuah pesantren. Tulisan berbahasa Arab tersebut dia terjemahkan begini:

“Metode itu lebih penting dari kurikulum.
Tapi guru itu lebih penting dari metode.
Tetapi spirit guru, karakter guru jauh lebih penting dari guru itu sendiri.”
*




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas